INFO TEKNOLOGI

Peraih Nobel: Migrasi ke Eksoplanet Itu Ide Bodoh

Laporan Ika Suryani Syarief | Minggu, 13 Oktober 2019 | 13:33 WIB
Dua ilmuwan dari Departemen Astronomi Universitas Jenewa, Swiss, Michel Mayor (kanan) dan Didier Queloz (kiri), meraih Penghargaan Nobel Fisika 2019 atas penelitian tentang "Pencarian Eksoplanet yang Mengorbit Bintang Mirip Matahari". Foto: Universite de Geneve
suarasurabaya.net - Ilmuwan astrofisika asal Swiss, Michel Mayor mengatakan manusia tidak akan dapat melakukan migrasi ke planet di luar tata surya (eksoplanet) dan harus serius memperhatikan perubahan iklim di bumi.

Mayor yang meraih Penghargaan Nobel Fisika 2019 karena telah meneliti dan mendeteksi keberadaan eksoplanet, seperti dikutip Antara dari The Next Web, Minggu (13/10/2019), mengatakan planet-planet luar tata surya itu sangatlah jauh.

"Bahkan dalam kasus yang paling optimistis pada sebuah planet yang dapat dihuni manusia, itu adalah planet yang sangat jauh. Katakan, hanya beberapa lusinan tahun cahaya, yang itu tidaklah banyak, merupakan planet terdekat dan tetangga," ujar Mayor.

Profesor di Departemen Astronomi Universitas Jenewa itu mengatakan durasi untuk melakukan perjalanan ke eksoplanet itu harus dipertimbangkan dengan matang.


"Kita membicarakan tentang ratusan juta hari menggunakan semua perbekalan yang kita punya saat ini," katanya tentang durasi perjalanan migrasi ke planet yang mungkin dihuni manusia.

Dibanding memfokuskan mimpi untuk mengkoloni planet-planet di galaksi, Mayor mengatakan, "Kita harus merawat planet kita," katanya kepada AFP.

Pria berusia 77 tahun itu mengatakan semua pernyataan tentang kemungkinan migrasi ke planet-planet lain di luar tata surya merupakan "sangat gila".

"Musnahkan semua pernyataan yang menyebut, 'Oke, kita akan pergi ke planet yang dapat dihuni jika suatu saat tidak dapat memungkinkan hidup di Bumi'," ujarnya.

Penghargaan Nobel Fisika 2019 diraih Mayor bersama rekannya, Didier Queloz, yang juga melakukan penelitian tentang ekso-planet.

Selain mereka, peneliti asal Princetown University New Jersey, AS, James Peebles juga meraih Penghargaan Nobel Fisika 2019 terkait karya "Penelusuran Teoritis dalam Kosmologi Fisika".(ant/iss)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.