INFO TEKNOLOGI

MEL BIKE Jawab Tantangan Sepeda Ramah Lingkungan

Laporan J. Totok Sumarno | Selasa, 13 Agustus 2019 | 14:52 WIB
Tim PKM ITS Surabaya dan sepeda MEL BIKE karyanya. Foto: Humas ITS Surabaya
suarasurabaya.net - Butuh kendaraan ramah lingkungan, Tim PKM ITS Surabaya rancang sepeda listrik ramah lingkungan. Mecha Electric Bike (MEL BIKE).

Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merancang sepeda listrik ramah lingkungan Mecha Electric Bike (MEL BIKE), menjawab tantangan kebutuhan kendaraan berbahan ramah lingkungan.

Kreasi tiga mahasiswa Departemen Fisika ITS ini, Muhammad Rizqi Mubarok (angkatan 2016), Misbachul Falach (angkatan 2016), dan Pramitha Yuniar (angkatan 2017) diharapkan mampu dikembangkan jadi alternatif kendaraan di masa mendatang.

Ide brilian ini pun berhasil lolos melenggang ke pentas Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke 32 tahun 2019 di Bali nanti.

Barok, sapaan akrab Muhammad Rizqi Mubarok selaku ketua tim PKM ini mengatakan, ide MEL BIKE ini mereka tuangkan ke dalam PKM Karsa Cipta (KC). Barok dan timnya pun perlu membuat prototipe MEL BIKE seapik mungkin.


Menurut Barok, bersama timnya membuat inovasi sepeda hybrid yang dapat dijalankan dengan dua sistem. Yakni gabungan sepeda mekanik (kayuh) dan elektrik (motor) lewat perantara switching (saling berganti).

MEL BIKE diciptakan tidak hanya sebagai sepeda listrik yang dapat dikayuh, namun juga hasil kayuhan sepedanya dapat menjadi pengisi daya baterai sepeda inovatif satu ini.

Lalu ketika pengendara letih, lanjut Barok, dapat mengganti ke fitur motor listrik dengan cara di-switch agar dapat digunakan seperti motor pada umumnya. Dibandingkan sepeda listrik MIGO, MEL BIKE milik tim ini memiliki kelebihan tersendiri.

"Jadi di sini, ada energi daur ulang yang dapat dimanfaatkan lagi," terang mahasiswa asal Gresik ini bangga.

Dengan penumpang berbobot 60 kilogram, MEL BIKE bisa bergerak selaju 30 kilometer per jam. Sepeda ini dapat diisi baterainya dari keadaan kosong hingga penuh dalam waktu kurang lebih 37 jam.

Namun tak perlu risau, pasalnya baterai motor MEL BIKE juga dapat diisi melalui port charger ke stop kontak.

Selain itu, sepeda listrik ini juga menyediakan USB charger. "Sehingga ketika berkendara dapat mengisi handphone dengan mudah," ujar Barok, Selasa (13/8/2019).

Untuk prototipenya sendiri, Barok bersama timnya telah masuk ke tahap pembuatan cover guna menutupi komponen listrik yang ada.

Selanjutnya, tim Barok ini optimistis agar dapat menggunakan MEL BIKE dalam perkuliahan mereka di ITS nantinya. "Ke depannya nanti dapat digunakan juga oleh masyarakat luas," kata Barok.

Tim PKM ITS binaan Drs Bachtera Indarto MSi ini rupanya terinspirasi dari kondisi polusi di Indonesia, khususnya Jakarta yang saat ini dinobatkan sebagai salah satu kota dengan polusi udara terparah di dunia.

Barok tidak ingin nantinya seluruh wilayah Indonesia juga bernasib serupa. "Dari hal itulah, masyarakat dan pemerintah harus mulai serius beralih menggunakan kendaraan berbahan bakar ramah lingkungan seperti MEL BIKE kami," pungkasnya.(tok/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.