INFO TEKNOLOGI

Pengguna iPhone Bisa Mengetik Lewat Pikiran pada 2020?

Laporan Dwi Yuli Handayani | Rabu, 17 Juli 2019 | 15:04 WIB
Perangkat The Link yang dipakai untuk menerima informasi dari pikiran dalam rangkaian perangkat Neuralink. Foto: Neuralink
suarasurabaya.net - Neuralink perusahaan perangkat komputer berbasis pikiran milik Elon Musk memungkinkan para pengguna ponsel iPhone untuk mengetik hanya dengan memikirkan teks-teks itu, menyusul uji coba teknologi pembaca pikiran pada 2020.

Dalam presentasi di Akademi Sains California Amerika Serikat pada Selasa (16/7/2019) waktu setempat, seperti dilansir The Next Web, Elon Musk menjelaskan perusahaannya punya rencana besar untuk menambah jumlah manusia dengan teknologi artifisial (artificial intelligence).

Salah satu contoh penerapan rencana itu adalah memungkinkan para pengguna iPhone untuk mengendalikan perangkat mereka hanya dengan pikiran, seperti dilansir Antara.

Neuralink masih mengembangkan prosesor dengan ukuran yang sangat kecil yang akan menghubungkan otak seseorang dengan benang yang lebih tipis dibanding rambut manusia atau di bawah empat hingga enam mikro-meter.


Sensor Neuralink akan menempel di kepala seseorang dan akan menyampaikan informasi ke komputer kecil yang terpasang di belakang daun telinga. Komputer itu disebut The Link.

Presiden Neuralink Max Hodak menjelaskan seseorang butuh untuk berlatih sebelum mengendalikan kursor ataupun papan ketik dalam ponsel pintar.

Neuralink juga membutuhkan aplikasi pendukung di poinsel pintar yang dapat menerima input informasi dari pikiran seseorang melalui The Link.

Teknologi Neuralink digadang-gadang punya manfaat besar bagi orang-orang penyandang disabilitas fisik meskipun belum diperoleh informasi rinci tentang kapan teknologi digital telekinesis itu dapat dipakai. (ant/dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.