INFO TEKNOLOGI

BNPB Terus Sosialisasikan "InaRISK Personal" Aplikasi Kebencanaan

Laporan Ika Suryani Syarief | Sabtu, 12 Januari 2019 | 10:14 WIB
Tangkapan layar applikasi InaRISK. Foto: Google Playstore.
suarasurabaya.net - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mensosialisasikan aplikasi informasi potensi bencana "InaRISK Personal" yang saat ini bisa diunduh lewat ponsel berbasis operasi Android.

"Ini bisa menunjukkan setiap titik di Indonesia di mana anda berdiri, ancamannya apa," kata Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusdatin dan Humas BNPB di Sukabumi, Sabtu (12/1/2019).

Seperti dilansir Antara, dia mencontohkan lewat InaRISK Personal bisa memetakan soal Kampung Cimapag berikut potensi bencana. Kawasan itu sendiri saat ini sudah tertimbun longsoran.

Lewat aplikasi itu, Sutopo mengatakan bisa memberi simulasi soal langkah yang perlu dilakukan di suatu kawasan, baik saat kejadian, sebelum dan sesudah.

"Kalau kita klik di sini akan muncul," kata dia menjelaskan cara kerja aplikasi.

Sutopo mengakui sosialisasi aplikasi tersebut belum masif sehingga belum banyak masyarakat terinformasi dengan baik.

Untuk itu, Ia mendorong agar setiap pihak yang memiliki informasi mengenai InaRISK agar dapat disebarkan ke lingkungannya. Kelengkapan data aplikasi tersebut bisa berkembang dari yang sudah disediakan ditambah informasi dari interaksi masyarakat dalam InaRISK Personal.

"Saat ini aplikasi baru untuk Android. IOS Apple 1-2 bulan lagi kita selesaikan," katanya.

Menurutnya, aplikasi InaRISK tergolong mudah untuk dijalankan tapi pengoperasiannya tergantung sinyal operator guna menghasilkan data real time.

"Mungkin di beberapa daerah itu sinyalnya lemah, ini yang jadi problem. Bapak Kepala BNPB juga akan berkoordinasi dengan provider untuk daerah rawan bencana itu agar kuat sinyalnya. Ini bermanfaat untuk mengedukasi masyarakat," katanya. (ant/wil/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.