INFO TEKNOLOGI

Khazanah Arsip Ingatkan Civitas Akademika ITS Jasmerah

Laporan J. Totok Sumarno | Rabu, 07 November 2018 | 14:32 WIB
Joni Hermana Rektor ITS Surabaya saat menyaksikan pameran Khazanah Arsip. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Pameran terbuka untuk umum dengan tema: Memori Perjalanan Institut Teknologi Sepuluh Nopember ini rencananya bakal berakhir pada Kamis (8/11/2018) yang merupakan refleksi perjalanan panjang kampus ITS sebagai kampus perjuangan.

Pameran yang digelar untuk pertama kali tersebut menampilkan foto-foto bernilai historis yang mewakili berbagai momen menarik sejak pendirian kampus ITS. Dikategorikan dalam foto peristiwa sejarah, kegiatan kemahasiswaan, perayaan dies natalis dari tahun ke tahun, serta kegiatan pelantikan rektor tiap periode.

Satu diantara foto yang menarik perhatian pengunjung adalah foto peristiwa kebakaran gedung Kantor Pusat Administrasi (KPA) pada 30 Januari 1995, dan piagam peresmian berdirinya Yayasan Perguruan Tinggi Teknik Sepuluh Nopember (cikal bakal ITS) yang ditandatangani langsung Dr Ir Soekarno Proklamator Republik Indonesia.

Juga ditampilkannya foto sebelas rektor yang pernah memimpin kampus ITS Surabaya ini turut ditampilkan.

Pameran yang diinisiasi oleh Subbagian Kearsipan ITS di bawah koordinasi Biro Umum ini, bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat mengenai arsip, terutama bagi sivitas akademika ITS.

Menurut Agus Santoso SSos MMed Kom, Kepala Subbagian Kearsipan ITS arsip adalah barang penting yang harus dihormati keberadaannya, karena merupakan barang otentik yang dapat menunjukkan kinerja organisasi selama ini.

"Kita harus menjadi masyarakat yang sadar arsip, karena arsip bukan hanya sekedar dokumen tersimpan dalam gudang, dan rusak dimakan waktu," terang Agus Santoso.

Sementara itu, Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD., Rektor ITS yang membuka pameran, turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Menurut Joni, ini adalah salah satu bentuk apresiasi keluarga besar ITS kepada para pendiri yang telah berkontribusi dalam pengembangan institut.

Edukasi mengenai sejarah perjalanan yang ditempuh ITS perlu ditingkatkan sebagai bagian dari bentuk penghargaan kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi.

"Ini merupakan langkah yang sangat baik, membuka mata dan wawasan kita, memberi inspirasi kepada kita semua bagaimana para tokoh-tokoh terdahulu membangun kampus, hingga bisa berkembang seperti saat ini," jelas Joni, Rabu (7/11/2018).

Joni berharap, kegiatan ini tidak hanya terhenti di tahun pertama pelaksanaan. Namun akan dilaksanakan juga di tahun-tahun yang akan datang. Kuantitas arsip yang ditampilkan juga harus lebih banyak dari pelaksanaan tahun ini.

Menurut Joni, masyarakat terutama sivitas akademika ITS juga harus mau mengenal sejarah. "Karena seperti kata pepatah, jangan sekali-kali melupakan sejarah," pungkas Joni mengingatkan.(tok)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.