INFO TEKNOLOGI

Pemprov Jatim Resmikan Sistem Data Digital Terintegrasi: East Java Smart Province

Laporan Denza Perdana | Jumat, 28 September 2018 | 21:20 WIB
Ruang Komando Sistem East Java Smart Province (EJSP) di Kantor Diskominfo Jatim. Foto: Humas Pemprov Jatim
suarasurabaya.net - Pemerintah Provinsi Jawa Timur meresmikan sistem data digital terintegrasi bertajuk East Java Smart Province (EJSP) dan ruang komando EJSP di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Jumat (28/9/2018).

Sistem EJSP yang dilengkapi ruang komando ini bertujuan untuk mewujudkan sistem data digital yang terintegrasi sebagai ikhtiar menjadikan Jawa Timur sebagai smart province.

Heru Tjahjono Sekretaris Daerah Provinsi Jatim mengatakan, sistem data digital EJSP ini akan mendukung pengembangan perekonomian di Jawa Timur dalam menyongsong era revolusi industri 4.0.

"Sistem data digital yang terintegrasi ini memungkinkan seluruh aplikasi yang dikembangkan perangkat daerah di Jatim bisa saling terhubung untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Eddy Santoso Kepala Diskominfo Jatim mengatakan, konsep smart province menjadi solusi untuk menciptakan pemerintahan yang efektif, efisien, dan akuntabel.

"Secara umum, sistem smart province yang dibangun ini memiliki 6 dimensi. Smart Governance, Smart Economy, Smart Mobility, Smart Environment, Smart People, dan Smart Living," katanya.

Smart Governance, kata dia, berorientasi pada tata kelola pemerintahan berbasis elektronik yang terpadu dan saling terhubung antara satu aplikasi dengan aplikasi lainnya yang ada di masing-masing organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim.

Misalnya aplikasi pelayanan publik seperti perizinan dan administrasi rumah sakit yang kini akan terhubung dengan aplikasi kependudukan sebagai basis data.

Lalu Smart Economy. Fokusnya pada pembangunan aplikasi e-commerce dan marketplace yang terkoneksi dengan data ketersediaan bahan baku secara digital atau digital raw material.

"Di dalamnya ada aplikasi yang bisa mendukung pengambilan keputusan di bidang ekonomi. Seperti aplikasi prediksi inflasi dan monitoring ketersediaan dan harga bahan pokok," katanya.

Di sistem EJSP ini juga ada Smart Environment yang memuat sistem informasi geografis atau informasi spasial seputar Jawa Timur. Seperti informasi spasial sungai, daerah irigasi, infrastruktur pengairan, serta informasi spasial curah hujan.

Eddy mengatakan, Pemprov Jatim akan terus melakukan inovasi di bidang teknologi informasi. Salah satunya, dengan membangun dan mengembangkan Data Center secara mandiri untuk menampung seluruh aplikasi yang telah dikembangkan setiap Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Kami melengkapi sistem ini dengan back-up system yang memadai berupa disaster recovery center (DRC). DRC ini akan mengambil alih fungsi data center ketika terjadi bencana. DRC ditempatkan pada lokasi terpisah dan terhindar dari kemungkinan bencana," katanya.

Mendorong UMKM Menjadi Produsen

Heru Tjahjono Sekdaprov Jatim berharap, dengan adanya sistem EJSP ini, semua sektor perekonomian di Jatim semakin maju. Salah satu yang dia harapkan bisa merasakan manfaatnya adalah industri manufaktur.

Menurutnya, industri manufaktur di Jatim memiliki kinerja yang baik. Pada triwulan I 2018, industri manufaktur mikro dan kecil di Jawa Timur tumbuh 14,42 persen atau berada di atas rata-rata nasional yang tumbuh 5,25 persen. Sedangkan untuk manufaktur sedang dan besar tumbuh 7,45 persen di atas rata-rata nasional 5,01 persen.

Tingkat pertumbuhan industri manufaktur, kata Heru, terbukti mampu mengangkat PDRB Jatim menjadi Rp219 triliun pada 2017 lalu, yang mana 92,48 persennya berasal dari masyarakat dengan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM)-nya selaku penopang utama.

Dia berharap, dengan adanya Sistem EJSP potensi besar UMKM yang dimiliki Jawa Timur dapat berkembang tidak hanya sebagai pedagang (trader) tapi juga menjadi produsen.

"Kami akan mendorong mereka agar mampu menyediakan digital raw material atau informasi bahan baku digital. Jika ini berjalan efektif, ketergantungan pada produk impor bisa dikurangi, sehingga neraca perdagangan kita bisa surplus," ujarnya.(den/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.