INFO TEKNOLOGI

Mahasiswa Unair Temukan Implan Tulang Sintetis, Mampu Mempercepat Pertumbuhan Sel

Laporan Agung Hari Baskoro | Rabu, 11 Juli 2018 | 16:34 WIB
Hasil kombinasi bahan dasar Hidroxyapatite, Chitosan, dan Chondroitin Sulfate yang dapat dimanfaatkan sebagai implan tulang dan dapat mempercepat pertumbuhan sel kasus kerusakan tulang. Foto: Dok PKM-PE Unair
suarasurabaya.net - Tiga mahasiswa Teknik Biomedis Fakultas Sains dan Teknologi (FST)
Universitas Airlangga berhasil membuat terobosan berupa implan tulang yang dapat mempercepat pertumbuhan sel untuk kasus kerusakan tulang.

Tiga mahasiswa yang terdiri dari Jualita Kusuma Wardani, Andhi Baskoro, dan Mega Ayu Safira itu, membuat implan tulang dengan bahan dasar kombinasi Hidroxyapatite, Chitosan, dan Chondroitin Sulfate.

Jualita Kusuma Wardani ketua Tim penelitian ini mengatakan, Di negara berkembang dalam sepuluh tahun mendatang diperkirakan akan terdapat 60 juta pasien yang memerlukan implan tulang akibat patah tulang. Sedangkan di Indonesia kebutuhan akan implan tulang ini setiap tahunnya meningkat sebanyak empat kali.

"Sedangkan salah satu penanganan klinis untuk cacat tulang adalah dengan penggunaan cangkok tulang," tambah Jualita. Namun kendalanya adalah biasanya cangkok tulang diambil dari tubuh sendiri yang memiliki kekurangan.

"Pengambilan tulang dengan ukuran yang besar akan menimbulkan kecacatan yang besar pada tempat tulang tersebut diambil, untuk itu kita memerlukan material implan tulang yang berbasis sintetis," kata Jualita, ketua tim inovasi ini menambahkan.

"Penelitian ini juga kami lakukan menggunakan makhluk hidup, yaitu kelinci. Ini untuk meyakinkan bahwa implan tulang yang kami ciptakan benar-benar aman dan dapat digunakan untuk manusia," tambah Andhi Baskoro, anggota tim penelitian.(bas/bid/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.