INFO TEKNOLOGI

Kalau Menemukan Sampah Antariksa, Ini yang Harus Anda Lakukan

Laporan Denza Perdana | Selasa, 20 Maret 2018 | 22:32 WIB
Roket Long March II-F yang berisi modul luar angkasa tanpa awak China Tiangong-1 meluncur dari landasan Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan, Provinsi Gansu, Kamis (29/9/2011). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Syafrijon Kepala Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Agam, Sumatera Barat meminta agar warga segera melapor bila menemukan benda mencurigakan yang diduga sampah antariksa.

"Bila ada benda diduga jatuh dari angkasa, segera lapor pada Lapan atau kepolisian terdekat. Sebaiknya hindari menyentuh langsung benda tersebut," katanya di Bukittinggi, Selasa (20/3/2018), dilansir Antara.

Imbauan itu ia sampaikan berkaitan peluncuran Tiagong-1 stasiun antariksa milik China pada 2011 silam yang sudah tidak dapat dikontrol sejak 16 Maret 2016 dan berpeluang jatuh di wilayah Indonesia.

Peluang Indonesia dijatuhi serpihan satelit itu, menurutnya, cukup besar karena pengaruh gravitasi mengingat wilayah Indonesia di posisi memanjang di garis khatulistiwa.

"Seluruh daerah di posisi 43 derajat Lintang Utara sampai 43 derajat Lintang Selatan berpotensi kejatuhan serpihan. Ketika mencapai ketinggian 120 kilometer akan kembali ke atmosfer bumi atau 're-entry'," katanya.

Dia menyebutkan, bagian dari Tiagong-1 yang kemungkinan besar mencapai bumi karena tidak hancur ketika di atmosfer adalah tabung bahan bakar yang terbuat dari bahan yang kuat dan mengandung Hydrazine.

"Karena sifatnya korosif, berbahaya jika disentuh langsung. Karena itu jika warga menemukan benda dicurigai jatuh dari angkasa, jangan disentuh tapi langsung laporkan," ujarnya.

Ada perkiraaan bahwa Tiagong-1 "re-entry" akan terjadi pada 10 April 2018, namun ini masih bisa berubah tergantung kondisi kerapatan atmosfer yang dipengaruhi aktivitas matahari dan geomagnet.

Makin rendah aktivitas matahari dan geomagnet, "re-entry" akan makin lama dari perkiraan. "Karena ini stasiun antariksa, ukurannya cukup besar sehingga penting dilakukan monitoring ditambah dia berpeluang jatuh di wilayah Indonesia," katanya.

Informasi pemantauan terhadap stasiun antariksa milik China itu bisa diperoleh di akun twitter @OrbsatLAPAN atau Situs Pemantauan Realtime Benda Jatuh Antariksa Buatan di orbit.sains.lapan.go.id.(ant/den)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.