INFO TEKNOLOGI

Madhang, Aplikasi Jual Beli Masakan Khas Rumahan Milik Kaesang

Laporan Dwi Yuli Handayani | Rabu, 10 Januari 2018 | 17:46 WIB
Aplikasi madhang milik Kaesang putra Jokowi Presiden. Foto: sabigaju.com
suarasurabaya.net - Putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep memperkenalkan "Madhang", sebuah aplikasi jual beli masakan khas rumahan. Aplikasi itu rupanya menarik minat ratusan ibu. Mereka memenuhi Ruang Bima Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Rabu (10/1/2018).

"Masakan yang paling enak adalah masakan rumahan. Kadang-kadang, ada makanan yang berlebih. Dari pada tersisa, maka lebih baik dijual melalui aplikasi ini," kata Kaesang saat mempromosikan aplikasi Madhang di Yogyakarta, Rabu (10/1/2018) seperti dilansir Antara.

Menurut dia, siapa saja boleh bergabung menjadi mitra di Madhang dan menjual berbagai jenis makanan dan minuman sehingga memperoleh tambahan pendapatan untuk keluarga.

Kaesang menyebut, tim dari Madhang terus berupaya memperkenalkan aplikasi tersebut agar semakin banyak mitra yang bergabung sehingga masyarakat selaku pengguna atau konsumen memiliki lebih banyak pilihan apabila ingin membeli makanan melalui Madhang.

"Fokus kami saat ini adalah mencari sebanyak-banyaknya mitra. Kami tidak ingin saat jumlah pengguna banyak, namun makanan yang ditawarkan terbatas," katanya.

Sejak diluncurkan akhir tahun lalu, mitra dari aplikasi tersebut sudah tersebar di beberapa kota seperti Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya dan Bali.

"Namun, sebagian besar mitra memang masih berasal dari Semarang. Hampir 80 persen," katanya.

Sementara itu, Haryadi Suyuti Wali Kota Yogyakarta yang mendampingi Kaesang dan tim Madhang saat memperkenalkan aplikasi tersebut menyebut bahwa aplikasi itu akan memberikan nilai tambah bagi ibu rumah tangga.

"Ini adalah salah satu upaya pemberdayaan warga termasuk pelaku usaha mikro kecil. Ini juga peluang usaha yang harus bisa dimanfaatkan," kata Haryadi.

Ia menyebut, pemanfaatan aplikasi untuk menjual barang memiliki banyak kelebihan, di antaranya tidak lagi ada jarak antara pembeli dan penjual.

"Barang juga bisa dikirim langsung ke pembeli. Semua bisa lebih praktis," katanya.

Namun demikian, ia juga mengingatkan agar masakan yang nantinya dijual sudah memenuhi syarat kesehatan dan higienitas sehingga tidak merugikan konsumen.

Ratusan ibu yang memenuhi Ruang Bima Kompleks Balai Kota Yogyakarta pun cukup antusias mengikuti penjelasan dari Kaesang bahkan tidak segan melontarkan pertanyaan mengenai keuntungan apabila bergabung menjadi mitra.

Sementara itu, Tri Karyadi Riyanto Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta mengatakan, penjualan secara online memiliki banyak keuntungan.

"Namun terkadang, belum semua pelaku usaha mikro kecil memiliki kecakapan untuk berjualan secara online. Ini yang harus terus diperbaiki agar UKM pun bisa mengikuti perkembangan," katanya. (ant/dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.