INFO TEKNOLOGI

Pesatnya Perkembangan YouTuber Indonesia

Laporan Iping Supingah | Jumat, 10 November 2017 | 19:57 WIB
Ilustrasi
suarasurabaya.net - Pertumbuhan pencipta konten pada YouTube Indonesia bisa dibilang berkembang pesat. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya jumlah YouTuber Indonesia yang mendapatkan Gold Button, penghargaan bagi kreator yang menembus sejuta pelanggan, tahun ini dibandingkan tahun lalu.

"Tahun 2016 hanya ada dua YouTube Channel yang mendapatkan Gold Button Award, yaitu Raditya Dika dan Edho Zell," kata Fibriyani Elastria Head of Consumer Marketing Google Indonesia, dalam konferensi pers YouTube FanFest 2017 di Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Pada 2017, ada 15 YouTube Channel Indonesia yang dianugerahi Gold Button, beberapa di antaranya Hanin Dhiya, LASTDAY Production, MiawAug dan Atta Halilintar.

YouTube juga memberikan Silver Play Button Award pada kreator Indonesia yang pelanggannya menembus angka 100.000, yakni Tulus, Weird Genius dan Epenkah Cupentoh dari Papua.

Fibriyani menambahkan, perkembangan para kreator merata di pulau-pulau besar Indonesia. Salah satu tren yang sedang digemari adalah kreator yang mengusung budaya setempat, contohnya Gamelawan yang membawakan cover lagu-lagu terkenal dalam aransemen gamelan dan lirik berbahasa Jawa.

"Banyak YouTuber yang kontennya memakai bahasa daerah, ada identitas yang unik," kata dia seraya mengungkapkan setiap bulan ada lebih dari 50 juta orang Indonesia yang datang ke YouTube.

Tak hanya itu, animo para pengunjung YouTube FanFest selalu bertambah dari tahun ke tahun. Acara perdana pada 2015 diramaikan oleh 3.000 penonton, jumlahnya bertambah jadi 18.000 penonton pada 2016. Tahun ini, YouTube FanFest Indonesia 2017 melebarkan sayap, tak hanya di Jakarta, tapi juga di Yogyakarta, Surabaya dan Bandung.

"Pengunjungnya 34.000 orang, belum termasuk di Jakarta," kata dia seperti dikutip Antara.(ant/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.