INFO TEKNOLOGI

Stevity, Alat Monitoring Penyakit Jantung Bawaan Karya Mahasiswa Unair

Laporan Ika Suryani Syarief | Selasa, 08 Agustus 2017 | 20:50 WIB
Grafik sinyal getaran jantung pasien yang dapat dideteksi menggunakan Stefity. Foto: Dok PKM-KC
suarasurabaya.net - Lima mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menciptakan alat yang bisa membantu memonitoring penyakit jantung bawaan (PJB).

Alat yang diberi nama Stevity (Smart Telemonitoring and Blood Viscosity) ini merupakan inovasi pertama yang mengintegrasikan pengukuran viskositas darah secara non-invasive dan electrokardiograf untuk monitoring dan klasifikasi penyakit jantung bawaan.

Stevity akan menampilkan data dan monitoring pada stevity.com secara real time. Di samping itu, juga dirancang dengan slot baterai dan dikemas dalam package, sehingga alat ini menjadi portable, artinya dapat digunakan kapan pun dan di mana pun.

Kelima mahasiswa kreatif tersebut adalah Titania, Astryd, Ichrom Septa, Aji Sapta (keempatnya dari S1-Teknobiomedik) serta Kretawiweka (S1-Sistem Informasi).

"Kami memperoleh ide untuk membuat STEVITY ini dilatarbelakangi dari 220 juta penduduk Indonesia, bahwa dari bayi yang lahir mencapai 6.600.000 dan 48.800 diantaranya penyandang PJB," kata Titania, Ketua Tim PKM-KC mengutip data dari Indonesian Heart Association.

Selain itu, lanjut Titania, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menyebutkan bahwa sering kali PJB tidak memberikan gejala yang khas, sehingga diperlukan pemantauan yang cermat untuk mendeteksi PJB, karena itu dibutuhkan monitoring hingga anak penderita PJB tumbuh menjadi dewasa.

Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) mahasiswa FST UNAIR itu berhasil lolos ke babak final Pekan Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional (PIMNAS) ke-30 yang akan digelar di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, 23-28 Agustus 2017.

"Kedepannya kami berharap Stevity ini dapat membantu mengurangi angka kematian akibat penyakit jantung dan dapat membantu menyediakan fasilitas-fasilitas kesehatan di daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal)," ujar Titania.(iss/ipg)

Teks Foto:
-. Stevity (Smart Telemonitoring and Blood Viscosity)
Foto: Dok PKM-KC
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.