INFO TEKNOLOGI

GeekFest 2017 Kebangkitan Industri Kreatif di Surabaya

Laporan Denza Perdana | Senin, 08 Mei 2017 | 17:14 WIB
Para penggerak kolaborasi GeekFest 2017 dengan Surabaya Urban Culture Festival 2017, yang akan digelar pada 20-21 Mei 2017 di kawasan Jalan Tunjungan. Foto: Denza Perdana suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Kreator industri kreatif di Surabaya akan berkolaborasi dalam sebuah event yang sangat megah selama dua hari, pada 20-21 Mei, di Gedung Eks Siola Jalan Tunjungan, Surabaya.

Geek Festival (GeekFest) 2017. Ajang kreatif ini akan menghadirkan kreator dari industri kreatif yang tidak hanya berasal dari Surabaya, tapi juga dari kota-kota besar lainnya.

Budi Tandiono Project Manager Geekfest 2017 mengatakan, acara ini sengaja mengambil momen Hari Kebangkitan Nasional untuk menandai kebangkitan Industri Kreatif di Surabaya.

Karena itu, Geekfest 2017 mengusung jargon #hargeeknas, singkatan dari Hari Geek Nasional. Tujuannya, untuk mendorong agar anak muda kreatif Surabaya bangkit dan berani tampil demi kemajuan Kota Pahlawan.

"Geek berarti orang yang sangat ahli di bidangnya. Seperti beberapa tokoh nasional Indonesia, yang kami tampilkan tadi. Kami ingin geek-geek dari Surabaya tampil menjadi inspirator," katanya di Humas Pemkot Surabaya, Senin (8/5/2017).

Panitia mengambil beberapa sosok nasional seperti Kartini, Sutan Sjahrir, dan Mohammad Hatta, sebagai contoh geek Indonesia yang telah menginspirasi bangsa.

"Kartini kami istilahkan sebagai seorang blogger yang melalui tulisannya, mampu menginspirasi bangsa Indonesia bahkan dunia," ujar salah satu pelaku industri kreatif asal Surabaya ini.

Sedangkan Sutan Sjahrir mereka gambarkan sebagai seorang hacker yang menge-hack radio Jepang untuk menyebarkan semangat kemerdekaan.

Sedangkan Mohammad Hatta mereka gambarkan sebagai kolektor buku, yang memberi kesempatan setiap orang membaca bukunya. Mereka mengistilahkan, Mohammad Hatta sebagai pemilik perpustakaan online.

"Geekfest hadir mencari inspirator. Dari contoh yang ada, orang akan melihat, lalu terinspirasi. Sehingga para kreator ini akan bangkit. Dan kami terus mencari geek baru dari Surabaya," ujarnya.

Budi menyatakan, tujuan utama digelarnya GeekFest ini untuk membangun surabaya sebagai hub, pusat penghubung industri kreatif di Indonesia.

GeekFest dia harapkan menjadi trigger, pemicu, agar para kreator ini bisa menyadari ada wadah khsusu untuk turut membangun kota Surabaya.

"Saat kami (panitia) duduk bersama Pemkot Surabaya dan inisator Urban Culture Festival, visi dan misi kami sama. Goal kami sama. Surabaya harus menjadi kota seperti dahulu kala. Kota penuh pemuda kreatif," katanya.

Di GeekFest, para kreator Surabaya akan berkolaborasi dengan pelaku kreatif nasional dari Jakarta, Bandung, dan Denpasar yang konsen di tujuh bidang. Baik teknologi, seni, kuliner, fashion, game, film, musik, desain, dan mainan (toys).

Tujuh bidang itu akan dituangkan dalam empat acara utama. Antara lain seminar dengan 20 orang pembicara, 16 booth eksperimental, berbagai pertunjukan kolaboratif, serta aktivitas interaktif.

Para kreator akan menyuguhkan berbagai inovasi hasil kolaborasi mereka. Ada komik Garudayana karya Is Yuniarto Komikus Surabaya, yang bermutasi menjadi game berbasis teknologi dalam aplikasi smartphone.

Tidak hanya itu, ada LED Drone Race yang akan diselenggarakan di sepanjang Jalan Tanjung Anom. Karenanya, secara khusus Jalan Tanjung Anom akan ditutup saat acara berlangsung.

Sedangkan pada hari kedua. Akan ada pertunjukan video mapping menggunakan tiga proyektor ukuran besar, yang akan menembakkan animasi dan gambar bergerak ke gedung Eks Siola.

Para kreator video mapping ini akan memvisualkan gambar bergerak bertema "Surabaya On Fire" yang akan menampilkan berbagai ikon Surabaya, dan simbol-simbol kebangkitan anak muda Surabaya.

GeekFest yang hadir kembali di Surabaya setelah beberapa tahun mengalami vakum akan berkolaborasi dengan Surabaya Urban Culture Festival (SUCF) yang digelar pada Minggu, 21 Mei, setelah GeekFest tuntas.

Wahyu Widodo Direktur Bisnis Suara Surabaya Media sebagai Inisiator SUCF mengatakan, kolaborasi GeekFest 2017 dengan SUCF 2017 ini merupakan wujud mimpi besarnya.

"Mimpi besar kami sama. Supaya anak muda kreatif Surabaya bangkit memotivasi orang lain, menginspirasi orang lain. Siapapun orangnya, seluruh warga Surabaya," ujarnya pada kesempatan yang sama.(den/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.