Info Teknologi
11 Agustus 2009, 16:02:05| Laporan Noer Soetantini
Hadir sebagai Pusat DataOmadata Merancang Proses Bisnis Perusahaan
suarasurabaya.net|
Omadata Surabaya Data Center membuat sebuah paradigma baru dalam merancang proses bisnis. Omadata menerima berbagai jenis server dari perusahaan yang disiapkan sebagai Disaster Recovery Services maupun sebagai Business Continuity Plan.
BIMELINA OETOMO Direktur Operasional PT Omadata Indonesia pada suarasurabaya.net, Selasa (11/08), mengatakan, konsep Disaster Recovery Center bagian integral dari sistem IT perusahaan, masih relatif baru. Banyak pemilik perusahaan belum menyadari kebutuhan akan hal ini.
Disaster Recovery merupakan layanan khusus yang dapat membantu proses pemulihan data ketika sistem IT perusahaan rusak karena bencana alam, seperti kebakaran, banjir, dan gempa bumi, atau kerusakan yang disebabkan karena faktor manusia seperti virus dan ancaman keamanan lainnya.
”Pembangunan tahap pertama dari Omadata Surabaya Data Center ini mempunyai sebuah misi khusus yaitu menjadi wadah terbentuknya Internet Exchange di Surabaya. Untuk investasi infrastruktur tahap I ini sebesar Rp 3 milyar dan kapasitas terpakai baru 15%,”ujarnya.
Kehadiran Omadata Surabaya Data Center, kata BIMELINA, menjawab kebutuhan penyimpanan data yang selama ini belum tersedia di Surabaya. Apalagi dalam era digital telah mengubah bentuk data dan media penyimpanan tidak lagi dalam bentuk kertas melainkan data elektronik.
Seiring berjalannya waktu data-data tersebut akan bertambah besar. Data-data elektronik yang merupakan aset berharga bagi organisasi ini, memerlukan media penyimpanan dengan kapasitas besar dan memadai, agar dapat memberikan dukungan yang baik terhadap kelangsungan operasional organisasi.
“Mengelola data dalam jumlah besar dengan tuntutan selalu dalam kondisi yang siap untuk diakses tentulah tidak mudah, sehingga diperlukan partner kerja yang terfokus untuk melakukan hal tersebut, yang biasa kita kenal dengan nama Data Center,”paparnya..
Ada beberapa aspek keamanan pada data center, antara lain, keamanan fisik, yang biasanya sering diabaikan dan tidak menjadi perhatian penting, sehingga hal ini dapat menjadi ancaman keamanan yang berpotensi besar pada sebuah data center.
Dari kacamata audit IT, ruangan data center yang ideal paling tidak harus memiliki kontrol terhadap Physical Security (keamanan fisik) dan keamanan lingkungan. Physical Security Control juga mencakup access control (finger/pin scan), ruangan yang tertutup, adanya standar operasional prosedur yang ketat.
“Environment Control meliputi pengaturan suhu dan kelembaban, perlindungan terhadap bahaya kebakaran, perlindungan terhadap kebocoran, lantai panggung dan perlindungan terhadap korsleting,”ujarnya. (tin)
Teks foto :
- ARIF AFANDI (kedua dari kiri) Wawali Surabaya dan M NUR AL AZAM (kedua dari kanan) Koordinator APJII Jawa Timur, masing-masing mendapat 1 Rack Server yang bisa digunakan selama 5 tahun untuk penyimpanan data didampingi CAROLINE GONDOKUSUMO (kanan) Direktur DNet dan BIMELINA OETOMO (tengah) Direktur Operasional PT Omadata Indonesia
Foto : Istimewa
Berita terkait : 1. Penyimpanan Data di Surabaya, Efisiensi Biaya Rp 4 Juta Per Mega2. Infrastruktur IT Perlu Dukungan Swasta