Info Teknologi
07 April 2010, 18:55:46| Laporan Noer Soetantini
Juni 2011, Waspada Krisis Internet Dunia
suarasurabaya.net|
Masyarakat tidak hanya dihadapkan pada krisis air maupun krisis moneter. Pada Juni 2011, masyarakat dunia harus siap-siap menghadapi krisis internet.
Pasalnya, pada saat itu stok IP (Internet Protocol) versi 4 (IPv4) akan habis. Sekarang ketersediaan IPV4 menurut IANA (Internet Assigned Number Authority), tinggal 8% saja.
M NOOR AL AZAM Ketua APJII (Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia) Jawa Timur pada wartawan, Rabu (07/04), menegaskan, IPv4 hanya mampu melayani 4 milyar host. “Kalau stok itu habis, masyarakat tidak akan bisa berinternet lagi atau memiliki server yang terkoneksi ke internet. Padahal pengguna internet di dunia baru 25% dari total penduduk di dunia dan di Indonesia hanya 25 juta sampai 30 juta orang,”ujarnya.
Stok IPv4 di tingkat regional, kata AZAM, baru benar-benar habis pada 2012. Krisis internet ini bisa diatasi dengan cara pindah ke IP versi 6 (IPv6) yang sudah disiapkan oleh para ahli pembuat IP versi baru.
“APJII Jawa Timur punya tugas melakukan sosialisasi soal krisis internet ini. Dengan demikian, masyarakat akan tahu dan bisa pindah ke IPv6 sebelum krisis internet benar-benar terjadi,”ujarnya.
Sebenarnya, IPv4 dan IPv6 ini tidak berbeda jauh hanya panjang header dan formatnya saja. Kalau IPv4 panjang header 32 bit dan paling banyak host yang dilayani sekitar 4 milyar. Sedangkan IPv6 punya header 128 bit dan 340x10 pangkat 36 hosts yang bisa dilayani.
“Bagi masyarakat yang ingin tahu bagaimana sistem operasi di IPv6 dan apa saja kelebihan dari IPv6, APJII bersama PT Telkom menggelar workshop pada 28 April 2010 di Surabaya. Sasarannya, anggota APJII, perusahaan, mahasiswa, pelajar dan masyarakat umum,”ungkapnya.
Dengan mengetahui manfaat IPv6, masyarakat akan melihat banyak perubahan dalam kehidupan mendatang. Mulai komputer, HP dan device bisa saja memiliki IP lebih dari satu.
Menurut AZAM, meski ada krisis internet bagi 22 ISP (Internet Service Provider) yang terdaftar di APJII Jawa Timur, tidak ada masalah. Karena sistem operasinya tinggal diset up dalam router.
Hanya saja, AZAM mengkhawatirkan adanya 80% perangkat harware bajakan di Indonesia. Alasannya, kalau hardware bajakan jelas tidak bisa terkoneksi ke internet jika IP-nya sudah pindah ke versi 6. (tin)
Teks foto :
- BENY YUDIANTO Membership APJII Jatim, M NOOR AL AZAM (Ketua) dan EVA MARLINA (Bendahara)
Foto : TITIN suarasurabaya.net